Evaluasi Program Generasi Berencana di DKI Jakarta

Main Article Content

Dewi Kartika Sari
Program Pascasarjana Ilmu Administrasi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
Khaerul Umam Noer
Program Pascasarjana Ilmu Administrasi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
Endang Rudiatin
Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi program Generasi Berencana (GenRe Ceria), khususnya pada akses kesehatan reproduksi, yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi DKI Jakarta yang menyasar pada anak perempuan sebagai subjek kebijakan dengan menggunakan CIPP Evaluation Model. Data BKKBN menyebut 57.688.472 jiwa yang berada dalam rentang usia remaja, artinya satu dari setiap 4 orang penduduk Indonesia adalah remaja. Jumlah yang sangat besar tersebut adalah potensi yang memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat bermanfaat bagi modal pembangunan bangsa ke depan. Genre Ceria dimulai pada 2015 dan berakhir pada 2020, dengan pendekatan kepada remaja melalui wadah pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan wawancara delapan belas informan dan observasi di di enam sekolah di DKI Jakarta Barat yang menjadi ujung tombak dalam upaya memberikan akses layanan dan informasi kesehatan reproduksi bagi remaja perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Genre Ceria yang digagas oleh BKKBN DKI Jakarta berjalan optimal meski cenderung terfokus pada remaja yang masih bersekolah, mengabaikan remaja yang putus sekolah dan ketidakmampuan memahami situasi kultural masyarakat.


Keywords: kesehatan reproduksi; CIPP Evaluation Model; remaja perempuan; HIV/AIDS; perkawinan anak kesehatan reproduksi, CIPP Evaluation Model, remaja perempuan, HIV/AIDS, perkawinan anak