Dinamika Tradisi Nyumbang pada Masyarakat (Studi Kasus: Desa Pematang Ganjang, Serdang Bedagai)

Authors

  • Dhita Mariane Perdhani Putri Manik Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.59141/jist.v2i04.127

Keywords:

pertukaran; tradisi; nyumbang

Abstract

Masyarakat desa memiliki konsep dasar yaitu hidup bersama yang penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab. Orang hidup secara berkelompok. Kehidupan berkelompok menyebabkan adanya hubungan yang erat yang terjalin satu sama lain, sehingga gotong royong merupakan suatu kewajiban dan kebutuhan bagi masyarakat itu sendiri. Faktor timbal-balik yang berlaku pada tradisi nyumbang menjadi dasar masih melekatnya nilai resiprositas pada berbagai jenis sumbangan yang selama ini dilakukan. Kebanyakan perempuanlah yang turut aktif dalam tradisi sumbang menyumbang ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adakah dinamika tradisi nyumbang yang terjadi pada masyarakat Desa Pematang Ganjang Kabupaten Serdang Bedagai. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa adanya dinamika tradisi nyumbang yang terjadi pada masyarakat. Awalnya masyarakat menyumbang uang, namun sekarang ada yang menyumbang barang atau bahan-bahan kebutuhan. Serta melihat alasan masyarakat masih mempertahankan tradisi Nyumbang dalam bentuk acara hajatan, kematian, ataupun acara-acara lainnya. Tradisi ini diyakini dapat mempererat hubungan persaudaraan antar masyarakat dan menumbuhkan salah satu wujud kepedulian terhadap masyarakat tersebut. Oleh karena itu peran keluarga sangat diperlukan dalam melaksanakan tradisi ini, yang dimana keluarga memegang peranan penting, agar anak-anak atau keturunannya dapat terus melestarikan tradisi Nyumbang ini.

Downloads

Published

2021-04-21

How to Cite

Mariane Perdhani Putri Manik, D. (2021). Dinamika Tradisi Nyumbang pada Masyarakat (Studi Kasus: Desa Pematang Ganjang, Serdang Bedagai). Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 2(04), 595–602. https://doi.org/10.59141/jist.v2i04.127