Fenomena Perilaku Trash-Talking Terhadap Remaja Surabaya

Analisis Kualitatif

Authors

  • Azzahra Laily Adindawati UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Khodijah Khodijah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59141/jist.v7i4.5337

Keywords:

trash-talking, remaja, makna bahasa, Surabaya

Abstract

Di Surabaya memiliki ciri khas budaya tertentu salah satunya dalam bentuk kosa kata atau Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya. Tidak semua kata yang diungkapkan mengandung makna baik. Trash talking merupakan pengucapan kata kotor yang dilakukan oleh seseorang. Perilaku ini termasuk perilaku negative karena mengandung umpatana, makian, kebencian akan suatu hal, kondisi, dan seseorang. Penelitian ini muncul untuk menemukan trash talking pada remaja di Surabaya. Dimana di Surabaya terkenal dengan Bahasa kasar yang menunjukan makna positif seperti persahabatan, penyemangat, dukungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mencari sumber data menggunakan metode wawancara virtual dengan 5 narasumber yang ditentukan dengan metode purposive sampling dengan syarat remaja yang tinggal di Surabaya lebih dari 3 tahun dan belum menikah. Hasil penelitan menunjukkan terdapat tiga kategori trash talking yaitu kecerdasan meliputi goblok. Hewan yang menjijikkan meliputi anjing,asu,babi,monyet, jangkrik. Umum meliputi jancok, anjay, bangsat. Beberapa hal yang menyebabkn mereka mengeluarkan kata-kata trash talking yaitu mendapati suasana hati yang buruk, kepuasana dalam mengekspresikanemosi negative dan menghadapi teman yang memiliki ketidaksadaran akan kesalahan yang dilakukan. Namun di Surabaya pengucapan trash talking seperti cok,jancok,anjay bisa diartikan positif sebagai bentuk candaan, dukungan dan imbuhan biasa pada saat mengobrol dengan teman satu frekuensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku trash talking pada remaja Surabaya bersifat kontekstual dan bermakna ganda, yakni bermuatan negatif sebagai pelampiasan emosi sekaligus dapat bermakna positif sebagai penanda keakraban yang menjadi ciri khas budaya bertutur masyarakat Surabaya. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman sosio-kultural dalam menyikapi perilaku berbahasa remaja serta membuka peluang kajian lanjutan dengan pendekatan behavioristik.

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Adindawati, A. L., & Khodijah, K. (2026). Fenomena Perilaku Trash-Talking Terhadap Remaja Surabaya: Analisis Kualitatif. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 7(4). https://doi.org/10.59141/jist.v7i4.5337