pISSN: 2723 - 6609 e-ISSN : 2745-5254
Vol. 4, No.2 Februari 2023 http://jist.publikasiindonesia.id/
Doi : 10.36418/jist.xxxx.xxx
166
PENGARUH PENGALAMAN MEREK DAN EKUITAS MEREK TERHADAP
LOYALITAS MEREK (STUDI PADA MEREK MITSUBISHI PAJERO DI BANDAR
LAMPUNG)
Rayhan Aliamin, Driya Wiryawan dan Dwi Asri Siti Ambarwati
Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung
*Correspondence : [email protected]
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diajukan
:01-02-2023
Diterima
:01-02-2023
Diterbitkan
:24-02-2023
Abstrak ditampilkan dalam bahasa Inggris dan bahasa
Indonesia, jumlah 150-250 kata dan diberikan kata kunci
minimal 3 dan maksimal 6. Abstrak berisi ringkasan singkat
dan berisi artikel-artikel penting yang berkaitan dengan
artikel, meliputi latar belakang, tujuan, metode penelitian,
hasil dan pembahasan, dan kesimpulan.
ABSTRACT
At this time, every company is required to be able to compete
competitively with other companies engaged in the same field. The
development of the automotive industry in Indonesia, especially
four-wheeled vehicles, has increased every year. Currently
consumers are faced with the selection of various car brands. The
purpose of this study was to determine the direct effect of brand
experience on brand loyalty and to find out whether brand equity
has a positive effect on brand loyalty. The research method used
is descriptive quantitative. The sample used is non-probability
sampling with a judgment sampling technique. The results of this
research indicate that brand experience and brand equity affect
brand loyalty of Mitsubishi Pajero cars in Bandar Lampung and
the majority of Mitsubishi Pajero car owners in Bandar Lampung
are 78% male and 22% female. The male dominance is due to the
fact that the majority of Mitsubishi cars sold in Bandar Lampung
are MPVs, namely the Mitsubishi Pajero with sporty car
characteristics so that it is dominated by male consumers.
Kata kunci: Pengalaman
merek; Ekuitas merek;
Loyalitas merek; Kesan;
Daya saing.
Keywords: Brand
Experience; Brand
equity; Brand loyalty;
Impression;
Competitiveness.
Attribution-ShareAlike 4.0 International
Pendahuluan
Persaingan industri otomotif saat ini semakin meningkat pada setiap tahunnya
(Perdana 2017) . Hal ini dikarenakan meningkatnya populasi manusia, sehingga
menyebabkan semakin meningkat pula permintaan konsumen terhadap suatu produk.
Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk dengan minat beli mobil roda
empat yang cukup tinggi (Hanif and Astuti 2018). Tingginya minat beli mobil roda empat
Pengaruh Pengalaman Merek dan Ekuitas Merek terhadap Loyalitas Merek
(Studi Pada Merek Mitsubishi Pajero di Bandar Lampung)
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, Vol. 4, No. 2, Februari 2023
167
ini mengharuskan setiap perusahaan otomotif mampu memenuhi harapan dan keinginan
konsumen agar dapat tetap bersaing dengan perusahaan otomotif lainnya. Untuk
membangun daya saing, perusahaan harus membuat strategi pengembangan bisnis yang
baik agar perusahaannya dapat berjalan secara optimal (Hendra Poltak, S.E. et al. 2022).
Dalam upaya untuk mengembangkan daya saing perusahaan, terdapat beberapa
cara yang dapat dilakukan perusahaan, antara lain dengan mengedepankan mutu,
memperhatikan kenyamanan konsumen, focus terhadap pelanggan, inovasi
berkelanjutan, mementingkan pelayanan, serta meningktakan loyalitas konsumen.
Dengan membangun loyalitas konsumen diharapkan mampu meningkatkan daya saing
perusahaan. Loyalitas dalam diri konsumen terhadap suatu merek dapat terbentuk apabila
perusahaan mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan menghasilkan
produk yang berkualitas diharapkan mampu memberikan kepuasan dan kepercayaan
kepada konsumen. Terbentuknya kepuasan dan kepercayaan ini akan menciptakan sebuah
loyalitas kepada suatu merek.
Sebuah merek memiliki fungsi untuk membedakan produk satu dengan produk
lainnya dan membantu konsumen dalam menentukan keputusan pembelian (Kumbara
2021). Untuk konsumen, perbedaan ini berguna untuk membantu mengenal suatu produk
yang akan dibeli. Sedangkan, untuk produsen perbedaan memiliki fungsi sebagai media
promosi, loyalitas merek, dan pembelian kembali produk yang ditawarkan (Sri Rahayu
2021). Merek merupakan suatu hal yang bernilai
Saat ini sudah banyak perusahaan otomotif yang menghasilkan produk mobil yang
beraneka ragam dan menguasai pasar, mulai dari merek Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu,
Mitsubishi, Mazda, dan merek lainnya. Banyaknya merek mobil ini menyebabkan
konsumen dihadapkan pada pemilihan merek ketika ingin membeli mobil. Perusahaan
otomotif ini tersebar hampir di seluruh Indonesia dan salah satunya tersebar di Kota
Bandar Lampung. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Bandar Lampung pada tahun 2021,
terlihat pangsa pasar otomotif di Bandar Lampung sebagai berikut:
Gambar 1 Pangsa pasar otomotif di Bandar Lampung 2021
Berdasarkan Gambar 1. diketahui bahwa Toyota sebagai pangsa pasar tertinggi di
Bandar Lampung dengan besaran nilai 27% dan disusul oleh Honda dengan nilai 21%,
dan Mitsubishi dengan nilai 14%. Mitsubishi menjadi salah satu merek yang dinilai
mampu bersaing dengan merek Toyota dan Honda. Hal ini menarik untuk diteliti karena
Rayhan Aliamin, Driya Wiryawan dan Dwi Asri Siti Ambarwati.
168 Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, Vol. 4, No. 2, Februari 2023
penjualan Mitsubishi di Bandar Lampung cenderung mengalami peningkatan setiap
bulannya. Peningkatan ini dapat dilihat dari Gambar 2. Sebagai berikut:
Gambar 2 Penjualan mobil Pajero di Bandar Lampng
Berdasarkan Gambar 2. Diketahui bahwa penjualan mobil Pajero di Bandar
Lampung mengalami peningkatan di tahun 2021. Penjualan tertinggi terjadi pada bulan
Juli dengan jumlah penjualan 30 unit, sedangkan penjualan terendah terjadi pada bulan
Februari dan Oktober dengan jumlah penjualan 14 unit. Penjualan yang meningkat ini
mengindikasikan bahwa adanya penerapan strategi pemasaran yang tepat sehingga
mampu meningkatkan penjualan. Kotler dan Keller mengemukakan bahwa strategi merek
yang tepat akan membentuk loyalitas konsumen akan suatu merek (Putri 2021). Loyalitas
terbentuk dari pengalaman merek yang pernah diingat atau dimiliki oleh konsumen (Altaf
et al. 2017).
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Altaf pada tahun 2017 mengidentifikasi
bahwa variable pengalaman merek dan kepercayaan merek memiliki pengaruh terhadap
loyalitas merek. Pengalaman merek ini menarik untuk diterapkan dalam strategi
pemasaran saat ini. Perusahana otomotif harus menyadari bahwa pengalaman merek
memiliki peran dalam mengembangkan strategi pemarasan, Pengalaman merek
didefinisikan sebagai sensasi perasaan, kognisi dan tanggapan konsumen yang
ditimbulkan oleh merek, terkait rangsangan yang ditimbulkan oleh desain merek,
identitas merek, komunikasi pemasaran, orang dan lingkungan merek tersebut dipasarkan
(Altaf et al. 2017).
Dalam mengelola merek diperlukan banyak pertimbangan sebelum mengambil
keputusan mengenai pemilihan, penerapan, dan penggunaan merek. Merek-merek yang
kuat kemudian diakui sebagai memiliki nilai tambah dibandingkan merek-merek yang
lemah. Nilai tambah dari suatu merek ini kemudian yang dikenal sebagai ekuitas merek
atau brand equity (Sofiani and Colline 2018) . Praktisi pemasaran setuju bahwa ekuitas
merek pada dasarnya mempresentasikan nilai tambah dari suatu merek (DP, Bayu, and
Sulistyawati 2019). Kemudian, ekuitas merek ditentukan berdasarkan presepsi pelanggan
tentang merek, familiarity dan asosiasi-asosiasi terhadap merek (Kusmawati, Nainggolan,
and Cyasmoro 2019).
Altaf (2017) dalam penelitiannya mengidentifikasi dua faktor yang
mempengaruhi loyalitas konsumen, yaitu pengalaman merek dan ekuitas merek (Soraya
2015) . Altaf et al (2017) merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk mengukur
loyalitas merek dengan menfokuskan pada faktor pengalaman merek dan ekuitas merek
Pengaruh Pengalaman Merek dan Ekuitas Merek terhadap Loyalitas Merek
(Studi Pada Merek Mitsubishi Pajero di Bandar Lampung)
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, Vol. 4, No. 2, Februari 2023
169
dengan melihat 2 dimensi yaitu pengalaman merek (brand experience) dan ekuitas merek
(brand equity). Penelitian yang dilakukan oleh Rambocas et. Al (2016) menunjukkan
bahwa brand experience dan brand equity berpengaruh terhadap respon konsumen.
Penelitian ini akan fokus terhadap konsumen pemilik mobil Mitsubishi Pajero di
Bandar Lampung. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh langsung
pengalaman merek terhadap loyalitas merek dan mengetahui apakah ekuitas merek
berpengaruh positif terhadap loyalitas merek.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif untuk
memperoleh gambaran mengenai pengaruh pengalaman merek dan ekuitas merek
terhadap loyalitas merek. Penelitian deskriptif kuanitatif merupakan model penelitian
yang digunakan untuk memaparkan temuan dalam penelitian yang didukung oleh statistic
penelitian berdasarkkan hasil kuisioner penelitian (Priadana and Sunarsi 2021).
Data dikumpulkan melalui kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah
konsumen mobil Mitsubishi Pajero di Bandar Lampung. Sampel yang digunakan adalah
non-probability sampling dengan teknik judgment sampling yaitu sampel yang dipilih
tidak memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai wakil dari populasi. Penelitian
ini menggunakan uji validitas, uji reabilitas, pengujian hipotesis yaitu uji t dan uji f, serta
analisis regresi linier berganda. Uji validitas dan uji reliabilitas merupakan uji yang harus
dilakukan untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan realibel (Alam and Jureid
2021).
Hasil dan Pembahasan
Tabel 1 Hasil uji validitas
Variabel
Item
KMO
factor
loading
Keterangan
Pengalaman
Merek (Brand
Experience)
X1
X1.1
0,811
0,763
Valid
X1.2
0,851
Valid
X1.3
0,869
Valid
X1.4
0,858
Valid
Ekuitas merek
(Brand
Equity) X2
X2.1
0,713
0.651
Valid
X2.2
0,762
Valid
X2.3
0,660
Valid
Loyalitas
Merek
(Brand
Loyality) Y
Y1.1
0,805
0,610
Valid
Y1.2
0,671
Valid
Y1.3
0,775
Valid
Y1.4
0,535
Valid
Berdasarkan Tabel 1 hasil uji validitas terlihat bahwa nilai KMO dan faktor
loading semua indikator lebih dari 0,5. maka disimpulkan indikator-indikator penelitian
valid dan sampel bisa di teliti lebih lanjut.
Rayhan Aliamin, Driya Wiryawan dan Dwi Asri Siti Ambarwati.
170 Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, Vol. 4, No. 2, Februari 2023
Tabel 2 Hasil uji reliabilitas
Variabel
Item
Nilai
Cronbach
Alpha
Nilai Cronbach alpha if
item deleted
Keterangan
Pengalaman
Merek (Brand
Experience) X1
X1.1
0,855
0,852
Reliabel
X1.2
0,804
Reliabel
X1.3
0,791
Reliabel
X1.4
0,796
Reliabel
Ekuitas merek
(Brand Equity)
X2
X2.1
0,775
0,737
Reliabel
X2.2
0,616
Reliabel
X2.3
0,728
Reliabel
Loyalitas
Merek (Brand
Loyality) Y
Y1.1
0,818
0,787
Reliabel
Y1.2
0,761
Reliabel
Y1.3
0,713
Reliabel
Y1.4
0,811
Reliabel
Berdasarkan Tabel 2 seluruh nilai alpha cronbach if item deleted lebih kecil dari
nilai Cronbach Alpha hitung, maka dapat disimpulkan seluruh indikator dari penelitian
dan kuesioner adalah reliabel. Kesimpulan statistik dari uji validitas dan reliabilitas
adalah semua item pengukuran layak untuk dianalisis lebih lanjut.
Analisis Data Deskriptif
Karakteristik Konsumen
Faktor demografi yang diukur dalam penelitian ini antara lain jenis kelamin,
pekerjaan dan usia konsumen pada 100 sampel pelanggan pemilik mobil Mitsubishi
Pajero di Bandar Lampung.
Karakteristik Berdasarkan Gender
Gambar 3 Gender pemiliki mobil Mitsubishi Pajero di Bandar Lampung